CNBC dot com

Ada Perbaikan Bisnis, BUMI Optimis Kinerja Positif di 2021

Pekerja melakukan bongkar muat batubara di Terminal Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (6/1/2022). Pemerintah memutuskan untuk menyetop ekspor batu bara pada 1–31 Januari 2022 guna menjamin terpenuhinya pasokan komoditas tersebut untuk pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) milik PLN dan independent power producer (IPP) dalam negeri. Kurangnya pasokan batubara dalam negeri ini akan berdampak kepada lebih dari 10 juta pelanggan PLN, mulai dari masyarakat umum hingga industri, di wilayah Jawa, Madura, Bali (Jamali) dan non-Jamali. (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia – Kinerja PT Bumi Resources Tbk (BUMI) sepanjang 2021 diproyeksikan meningkat dibandingkan kinerja tahun sebelumnya. Hingga September 2021, Bumi Resources berhasil meraih laba bersih US$ 67 juta.

Direktur dan Sekretaris Bumi Resources Dileep Srivastava mengatakan kinerja perusahaan sepanjang 2021 akan dipublikasikan pada akhir Maret 2022. Dia yakin laporan tersebut akan menunjukkan terjadinya perbaikan bisnis perusahaan sepanjang 2021, seiring mulai bergulirnya fase pemulihan ekonomi sejak tahun lalu.

“Kami akan mempublikasikan laporan keuangan audit 2021 pada akhir Maret 2022 atau setelah mendapat izin dari regulator. Bumi Resources melaporkan laba bersih sebesar US$ 67 juta secara year-to-date (YtD) per September 2021, dan berharap angka tersebut akan meningkat signifikan di laporan setahun penuh 2021,” kata Dileep, Rabu (23/2/2022).

Menurut Dileep, kinerja Bumi Resources sepanjang 2021 sudah jauh lebih baik dibanding kondisi perusahaan pada periode 2020. Saat itu, Bumi Resources mengalami kerugian sebesar US$ 388 juta.

Dia menyebut perolehan positif Bumi Resources sepanjang 2021 merupakan perubahan besar. Dileep juga menyebut, pada Januari 2022 lalu perusahaan sudah melunasi hutang dan beban bunga dengan nilai total US$ 101 juta.

“Bumi Resources sudah melunasi utang dan bunga senilai US$ 101 juta pada 22 Januari lalu, dan berharap akan segera menyelesaikan seluruh Tranche A perusahaan pada tahun ini,” katanya.

Menurut Dileep, kinerja Bumi Resources sepanjang 2022 bisa tetap dalam tren positif karena beberapa faktor. Pertama, dia menyebut kenaikan harga batu bara di pasar global mempengaruhi kinerja perusahaan. Selain itu, ketegangan geopolitik yang terjadi di Ukraina juga bisa berdampak pada gerak roda bisnis Bumi Resources.

Sementara kendala yang diproyeksikan bakal dihadapi Bumi Resources tahun ini yakni, fenomena La Nina, yang membuat curah hujan tinggi dan mengganggu produksi batu bara. Selain itu, prioritas pasokan batu bara untuk kebutuhan dalam negeri disebutnya akan membuat jurang antara permintaan dan pasokan batu bara tetap terbuka pada 2022.

“Ini kemungkinan akan membuat harga batu bara tetap tinggi di hampir sepanjang tahun ini,” katanya.

Sebagai catatan, Bumi Resources menargetkan produksi batu bara sepanjang kuartal I/2022 bisa menembus angka 17 – 18 juta ton. Jumlah ini setara 20% dari total target produksi batu bara perusahaan sepanjang 2022.

Secara keseluruhan, pada 2022 Bumi Resources menargetkan produksi batu bara bisa mencapai 85 – 90 juta ton.

“La Nina biasanya terjadi tiap 2 – 7 tahun sekali, tapi setiap tahun di kuartal I produksi batu bara memang biasanya rendah. Kami targetkan produksi batu bara hingga semester I/2022 mencapai 45% dari target,” katanya.

[Gambas:Video CNBC]

(rah/rah)

Content retrieved from: https://www.cnbcindonesia.com/market/20220223192155-17-317777/ada-perbaikan-bisnis-bumi-optimis-kinerja-positif-di-2021.

Tags: No tags