Ilustrasi Emas Antam. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia –¬†Setelah naik cukup tajam pada perdagangan Selasa kemarin, harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang (Antam) Tbk. turun pada perdagangan Rabu (25/8/2021).

Koreksi yang dialami harga emas dunia pasca meroket hingga kembali ke atas US$ 1.800/troy ons menjadi pemicu penurunan emas Antam. Meski demikian, melonjaknya aksi beli spekulatif kontrak emas mengindikasikan para investor masih melirik logam mulia ini.

Melansir data dari situs resmi milik PT Antam, logammulia.com, harga emas batangan hari ini turun Rp 3.000/gram. Emas dengan berat 1 gram dijual Rp 950.000/batang, secara persentase turun 0,31%.

Berat Harga Dasar Harga NPWP (+Pajak 0.45%) Harga Non NPWP (+Pajak 0.90%)
0.5 gr 525,000 527,000 529,000
1 gr 950,000 954,000 958,000
2 gr 1,840,000 1,848,000 1,856,000
3 gr 2,735,000 2,747,000 2,759,000
5 gr 4,525,000 4,545,000 4,565,000
10 gr 8,995,000 9,035,000 9,075,000
25 gr 22,362,000 22,462,000 22,563,000
50 gr 44,645,000 44,845,000 45,046,000
100 gr 89,212,000 89,613,000 90,014,000
250 gr 222,765,000 223,767,000 224,769,000
500 gr 445,320,000 447,323,000 449,327,000
1000 gr 890,600,000 894,607,000 898,615,000

PT Antam menjual emas batangan mulai satuan 0,5 gram hingga 1.000 gram. Tetapi harga jualnya belum termasuk pajak 0,9% bagi pembelian tanpa menggunakan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), dan 0,45% dengan NPWP.

Harga emas dunia pada perdagangan Selasa kemarin melemah 0,14% setelah melesat 1,37% di awal pekan. Meski demikian, sentimen terhadap emas sebenarnya sedang bagus saat ini, hanya saja pelaku pasar masih menanti pertemuan Jackson Hole untuk mencari petunjuk apakah bank sentral Amerika Serikat (AS) atau yang dikenal dengan Federal Reserve (The Fed) akan melakukan tapering di tahun ini, atau mundur lagi.

Bagusnya sentimen terhadap emas terlihat dari naiknya posisi spekulatif beli (long) emas, berdasarkan data dari Commodity Futures Trading Commisssion (CFTC). Pada pekan yang berakhir 17 Agustus, posisi long emas dilaporkan naik 5.380 kontrak menjadi 117.272 kontrak, sebaliknya posisi jual (beli) turun 18.295 kontrak menjadi 58.194 kontrak.

Artinya pada pekan tersebut posisi net long emas sebanyak 59.078 kontrak, melesat hingga 66% dari pekan sebelumnya.

Analis dari TD Securities mengatakan pelaku pasar mulai mempertimbangkan kembali posisi long emas sebab semakin besarnya risiko pelambatan ekonomi global akibat penyebaran virus corona varian delta. Selain itu, bank sentral AS (The Fed) yang mulai diragukan akan melakukan tapering di tahun ini juga mendorong investor kembali memborong emas.

“Antusiasme terhadap emas meningkat akibat munculnya keraguan di pasar jika The Fed akan melakukan tapering di tahun ini, sebab perekonomiannya terancam akibat virus corona delta,” kata analis tersebut sebagaimana dilansir Kitco, Senin (23/8/2021).

Content retrieved from: https://www.cnbcindonesia.com/investment/20210825083641-21-270994/aksi-beli-spekulatif-melonjak-66-emas-antam-apa-kabar.