CNBC dot com

Batu Bara Membara Dalam Sepekan, Harga Naik 5,3%!

FILE PHOTO: A view of the Eagle Butte Mine, operated by Alpha Natural Resources, is seen from a public access overlook platform near Gillette, Wyoming, U.S., May 31, 2016. REUTERS/Kristina Barker/File Photo

Jakrta, CNBC Indonesia – Harga batu bara dunia menguat 5,3% sepanjang pekan lalu. Sempat menguat pada tiga hari awal, harga batu bara melemah pada perdagangan Kamis dan Jumat karena aksi ambil untung investor.

Kenaikan harga batu bara dunia, dapat dipicu oleh kenaikan konsumsi daya industri China yang naik 9,1% menjadi 5.509 miliar kilowatt/hour (kWh) pada tahun 2021 jika mengacu kepada data dari National Energy Administration (NEA) yang dirilis pada hari ini. Hal yang sama dapat terlihat dari peningkatan konsumsi daya di sektor perumahan naik 7,3% (year-on-year/yoy).

Selain itu, harga gas alam dunia merangkak naik akibat gejolak geopolitik antara Rusia dan Ukraina mendorong harga batu bara dunia. Saat harga gas alam naik, energi alternatifnya seperti batu bara cenderung mengikuti.

“Jika konflik (Rusia-Ukraina) memanas akan ada gangguan pasokan gas alam. Korelasi gas alam, minyak mentah, dan batu bara pergerakannyasimilaratau sejalan. Maka gas naik ada pergerakan harga energi lainnya naik beriringan,” kata Girta Yoga, Research & Development ICDX dalam Commodity Outlook 2022, Selasa (25/1/2021).

Investor was-was ketegangan ini akan pecah menjadi perang. Jika itu terjadi, pasar energi kemungkinan akan terpukul.

Gas alam Eropa bergantung 35% dari Rusia. Distribusinya sebagian besar melalui pipa yang melintas dari Belarus dan Polandia ke Jerman, Nord Stream 1 langsung ke Jerman, dan lainnya melalui Ukraina.

Pada tahun 2020, volume gas dari Rusia ke Eropa turun setelah ada karantina wilayah atau lockdown yang menekan permintaan. Namun saat ekonomi mulai bergairah, kecepatan permintaan tidak bisa diimbangi dengan pemulihan pasokan. Akibatnya harga gas alam melonjak tinggi.

Jerman mengatakan dapat menghentikan pipa gas Nord Stream 2 baru dari Rusia, sebagai bagian dari kemungkinan sanksi dalam kasus Rusia menginvasi Ukraina.

Tapi juga perlu digarisbawahi ketergantungan energi Eropa pada Rusia.

Analis komoditas SEB Bjarne Schieldrop mengatakan pasar akan melihat ekspor gas alam dari Rusia ke Eropa Barat kemungkinan berkurang secara signifikan baik melalui Ukraina dan Belarus karena sanksi.

Bjarne menambahkan harga gas bisa kembali tinggi seperti saat kuartal IV-2021 lalu.

[Gambas:Video CNBC]

(ras/ras)

Content retrieved from: https://www.cnbcindonesia.com/market/20220130093322-17-311532/batu-bara-membara-dalam-sepekan-harga-naik-53.

Tags: No tags