kontan dot co dot id

Berkinerja Ciamik pada Tahun Lalu, Analis Rekomendasikan Beli Saham BBRI

Berkinerja Ciamik pada Tahun Lalu, Analis Rekomendasikan Beli Saham BBRI

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) berhasil menorehkan kinerja apik sepanjang tahun lalu. Bank pelat merah ini membukukan laba bersih sebesar Rp 30,7 triliun di 2021 atau naik 64,8% year on year (yoy).

Head of Research Panin Sekuritas Nico Laurens mengatakan, perolehan tersebut di atas estimasi Panin Sekuritas dan konsensus dengan masing-masing sebesar 109,6% dan 109,8% dari proyeksi. Menurutnya, perbaikan kinerja signifikan BBRI tidak terlepas dari konsolidasi pembentukan holding ultra mikro yang terjadi di September 2021 silam.

Namun, terlepas dari itu, Nico menyebut, performa positif BBRI didorong oleh pertumbuhan kredit yang di atas estimasi yakni tumbuh 7,2% (estimasi 6-7%). Selain itu, Net Interest Margin (NIM) juga lebih baik dari ekspektasi di 6,9% (estimasi 6,7%). Lalu credit cost yang masih in-line di 3,4%, serta tax rate yang lebih rendah di 2021, sebesar 17,8% (2020: 29,8%).

“Patut dicermati, beban operasi BBRI meningkat lebih tinggi dari estimasi, tumbuh 18,1% (estimasi 8-10%). Tapi hal ini lebih disebabkan oleh one-off item seperti cadangan pegawai kontrak dari UU Cipta Kerja, MESOP serta cadangan subrogasi,” tulis Nico dalam risetnya 4 Februari.

Dari sisi kredit, untuk kredit bank-only mencapai sebesar Rp 931,1 triliun atau tumbuh 6,1% YoY. Hanya saja, jika secara konsolidasi, pertumbuhan cuma 2,2% YoY yang disebabkan oleh perlambatan kredit di Bank Raya (AGRO) serta dekonsolidasi segmen syariah (BRIS). Adapun, kredit mikro masih menjadi pendorong pertumbuhan kredit, tercatat sebesar Rp 397 triliun tumbuh 13,0% YoY dan berkontribusi 34,1% dari total kredit.

Menurut Nico, segmen UMKM masih akan menjadi pendorong pertumbuhan kredit ke depannya. Apalagi, pemerintah masih meningkatkan kuota KUR menjadi Rp260 triliun dari 195,6 triliun pada 2021. Ia melihat dampak yang minim dari skema KUR yang baru, di mana penurunan subsidi untuk KUR super mikro dan KUR mikro sebanyak 100 bps dan 50 bps secara berurutan, akan dimitigasi oleh peningkatan kuota membaik efisiensi dan produktivitas.

Pada tahun lalu, BBRI berhasil mencatatkan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp 1.128 triliun dengan CASA yang meningkat ke 63,3%. Hal ini pun mendorong Cost of Fund (CoF) deposit turun ke 1,9% dan CoF liabilities turun ke 2,1%, menjadi yang terendah sepanjang masa perseroan.

“Kami melihat fondasi untuk dana murah masih akan kuat untuk ke depannya, hal ini didorong oleh tren peningkatan financial inclusion index ke 76,2% yang akan mendorong permintaan kredit di kota kecil. Serta potensi cross selling dari PNM (11 juta peminjam) serta Pegadaian (6,6 juta peminjam),” imbuh Nico.

Dari sisi kualitas aset, saat ini BBRI sedang melakukan restrukturisasi kredit sebanyak Rp 157 triliun atau setara dengan 16,6% dari total kredit. Untuk Non Performing Loan (NPL) masih didominasi oleh segmen korporasi (10,7%) sementara untuk special mention masih didominasi oleh SoE (11,4%). Komposisi stage 1 (87%), sementara untuk stage 2 (8%) dan stage 3 (5%).

Nico melihat bahwa, secara umum kualitas kredit masih terjaga dengan LAR yang turun ke 24,1%dan diikuti dengan NPL coverage dan LAR coverage di 278,1% dan 35,6% secara berurutan. Hal tersebut akan menjadi buffer dari downside risk terhadap ketidakpastian ekonomi.

Dengan outlook ekonomi ke depannya, khususnya untuk perbaikan di segmen UMKM yang masih positif. Panin Sekuritas pun masih merekomendasikan beli untuk saham BBRI dengan TP Rp 5.000 per saham.

Content retrieved from: https://investasi.kontan.co.id/news/berkinerja-ciamik-pada-tahun-lalu-analis-rekomendasikan-beli-saham-bbri.

Tags: No tags