CNBC dot com

Bursa Eropa Ceria Jelang Pertemuan Biden dan Putin

The German share prize index DAX board is photographed early afternoon on the day of the Brexit deal vote of the British parliament in Frankfurt, Germany, January 15, 2019. REUTERS/Kai Pfaffenbach

Jakarta, CNBC Indonesia – Bursa Eropa cenderung menguat pada pembukaan perdagangan Senin (21/2/2022), di mana investor berharap ada solusi diplomatik untuk meredakan tensi Rusia dan Ukraina.

Indeks Stoxx 600 naik sebanyak 0,6% di sesi awal perdagangan, di mana saham otomotif melonjak 1,3%, yang menjadi pemimpin kenaikan dan mayoritas saham emiten berada di zona positif.

Indeks DAX Jerman menguat 141,99 poin (+0,94%) ke 15.184,5 dan indeks CAC Prancis terapreasiasi 0,69%. Hal yang serupa terjadi, indeks FTSE Inggris yang naik 0,49% ke level 7.550,52.

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden setuju untuk menggelar pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk upaya diplomatik terakhir mencegah invasi Rusia ke Ukraina.

Juru Bicara Gedung Putih Jen Psaki mengatakan bahwa jika Rusia tidak menginvasi Ukraina dalam pekan ini, pertemuan antara kedua Presiden tersebut akan dilakukan setelah pertemuan Menteri Luar Negeri AS dan Rusia dilakukan.

Bursa saham di Asia bergerak beragam hari ini, di mana investor masih mengamati situasi terkini di Ukraina. Sementara itu, China mengumumkan acuan bunga pinjaman tidak berubah.

Pasar di AS hari ini libur untuk memperingati Hari Ulang Tahun Washington, setelah sempat turun tajam pada Jumat lalu karena pasar global diguncang oleh meningkatnya tensi geopolitik di Eropa Timur.

Sementara itu, dari berita korporasi, Credit Suisse tersandung skandal baru bahwa beberapa surat kabar melaporkan lebih dari 18.000 akun di perusahaan perbankan investasi tersebut bocor. Informasi yang bocor mencakup rekening senilai lebih dari US$ 100 miliar.

Dalam data yang bocor, disebutkan bahwa klien dari bank terbesar kedua Swiss itu termasuk orang-orang dengan karakter buruk. Seperti penjahat, tersangka pelanggar hak asasi manusia (HAM) dan individu yang terkena sanksi, termasuk diktator.

Namun, Credit Suisse menolak tuduhan tersebut dan mengatakan bahwa proyek Pelaporan Kejahatan dan Korupsi Terorganisir (OCCRP) dan 46 media merilis data yang tidak akurat.

Rilis data Purchasing Managers’ Index (PMI) untuk bulan Februari dari Perancis, Jerman dan wilayah Eropa lainnya akan dirilis pagi hari ini waktu setempat.

TIM RISET CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]

(aaf/vap)

Content retrieved from: https://www.cnbcindonesia.com/market/20220221152741-17-317040/bursa-eropa-ceria-jelang-pertemuan-biden-dan-putin.

Tags: No tags