Harga Saham-saham Ini Meroket Hingga Ratusan Persen, Apa Rekomendasi Analis?

Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID – ┬áJAKARTA. Sejumlah saham berhasil melaju dengan lonjakan harga hingga ratusan persen sejak awal tahun ini. Beberapa di antaranya mampu menembus level tertinggi alias all time high.

Emiten di bisnis energi mendominasi lonjakan harga saham.

Sebagai contoh, tengok saja PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) yang baru melantai di bursa saham pada 3 Januari 2022. Meski merosot dari level tertingginya, tapi harga saham ADMR sudah meroket 1.605% ke level Rp 1.705.

PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) lepas dari status “saham gocap” setelah harganya melejit 254% secara year to date (YTD) ke posisi Rp 177.

Nasib sama dialami oleh emiten batubara Grup Bakrie, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang harganya membara 213,43% ke posisi Rp 210.

Masih dari Grup Bakrie, PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) melesat 188,24% secara year to date ke harga Rp 294. Di sektor lain, ada PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) dengan kenaikan 151,26% ke harga Rp 2.500.

Contoh lainnya ada PT Lautan Luas Tbk (LTLS) dengan kenaikan 113,99%, PT OBM Drilchem Tbk (OBMD) yang melesat 136,51%, dan PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY) yang secara year to date melesat 232,14%.

Kemudian, PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) menembus all time high dengan lonjakan harga saham 556,59% sejak awal tahun 2022. Di sisi lain, meski tidak melesat secara signifikan, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) juga mampu menyentuh level tertingginya.

Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia Abdul Azis Setyo Wibowo menilai lonjakan harga sederet emiten tersebut terbilang wajar. Story yang positif menjadi katalis untuk sejumlah sektor, seperti harga komoditas terutama batubara, hingga melesatnya aktivitas pelayaran & logistik.

“Pastinya didorong juga dengan perbaikan kinerja emiten tersebut. Ketika kinerja emiten membaik, terlebih secara signifikan, hal ini akan membuat valuasinya menjadi murah,” kata Azis saat dihubungi Kontan.co.id, Senin (12/9).

Hal senada disampaikan oleh Vice President Infovesta Utama Wawan Hendrayana. Dia menyoroti lonjakan harga saham batubara hingga ratusan persen sejalan dengan pendapatan dan laba yang juga naik signifikan di level triple digit.

Meski, secara historis, perlu diingat ketika momentum commodity supercycle sudah redup, harga saham berbasis komoditas juga akan berguguran. Oleh sebab itu, investor mesti memiliki exit strategy yang jelas dalam mengantisipasi risiko tersebut.

Hanya saja, menimbang kondisi saat ini, dimana permintaan batubara masih tinggi memasuki musim dingin di Eropa, Wawan menaksir kinerja apik emiten batubara akan berlanjut hingga tahun depan.

“Batubara masih seksi, dengan harga stabil di level US$ 400-an per ton, maka secara laporan keuangan akan lebih baik lagi, ini yang menarik banyak pelaku pasar,” ujar Wawan.

Kepala Riset Aldiracita Sekuritas Agus Pramono sependapat bahwa harga batubara berpotensi stabil di level yang tinggi menimbang lonjakan permintaan musim dingin. Terlebih, saat pasokan gas ke Eropa menemui kendala.

Hal yang mesti dicermati adalah sejauh mana emiten memiliki ruang terkait kapasitas produksinya. “Kalau volume sudah maksimal, berarti hanya didorong harga komoditas saja. Kalau sudah priced in, ya sebaiknya dikurangi, kecuali kalau perusahaan masih punya ruang menaikkan volume,” ujar Agus.

Azis ikut menyoroti potensi kenaikan dari saham yang sudah naik signifikan, terutama di batubara yang peluangnya masih terbuka. Tapi harus diingat, dengan kenaikan harga yang sudah tinggi, akan rawan terjadi aksi profit taking.

Reporter: Ridwan Nanda Mulyana
Editor: Noverius Laoli

<!–

REKOMENDASI SAHAM

–>

Content retrieved from: https://investasi.kontan.co.id/news/harga-saham-saham-ini-meroket-hingga-ratusan-persen-apa-rekomendasi-analis.