CNBC dot com

Kasus Harian Covid di RI Pelan-Pelan Naik, Alarm Bahaya?

Pencegahan Virus Corona Indonesia. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia – Indonesia sebelumnya sudah berhasil melewati salah satu fase ‘gelap’ pandemi Covid-19, ketika kasus harian Covid-19 mencapai 56 ribu pada pertengahan Juli tahun lalu. Namun, kecenderungan pertambahan kasus Covid-19 baru selama pekan pertama 2022 kembali memantik perhatian.

Menurut data Covid19.go.id, sejak Rabu (5/1) hingga Sabtu (6/1), pertambahan kasus harian Covid-19 di Tanah Air berada di rentang 400 – 500-an kasus.

Angka tersebut lebih tinggi ketimbang pertambahan kasus harian Covid-19 sepanjang Desember 2021, yang berada di rentang 92 – 311 kasus.

Terakhir kali pertambahan kasus harian Covid-19 berada di level 400-an adalah pada 27 November lalu, tepatnya sebesar 404 kasus. Setelahnya, ada pertumbuhan kasus anyar cenderung melandai.

Memang, sejak melesat tinggi pada Juni 2021 hingga mencapai puncaknya pada 15 Juli 2021 ketika kasus harian Covid-19 menembus rekor 56.757 kasus dalam sehari, pertambahan kasus harian Covid-19 cenderung melandai hingga Desember lalu.

Perkembangan Kasus Harian Covid-19 di IndonesiaFoto: Covid19.go.id
Perkembangan Kasus Harian Covid-19 di Indonesia

Selain soal pertambahan kasus anyar, menurut Covid19.go.id, angka positivity rate (proporsi orang yang dideteksi positif dari keseluruhan orang yang dilakukan tes) juga meningkat, dari 2 minggu lalu yang sebesar 0,07% menjadi 0,19%.

Lalu, angka nasional BOR (Bed Occupancy Ratio) atau keterisian tempat tidur isolasi di RS rujukan meningkat menjadi 3,35% dibandingkan 2 minggu lalu (1,38%).

Adapun, tren kenaikan kasus harian Covid-19 sepekan ini terjadi di tengah masyarakat usai merayakan libur Natal dan Tahun Baru 2022 (Nataru). Kendati tidak bisa dijadikan penyebab tunggal, mobilitas atau pergerakan masyarakat saat libur Nataru yang cenderung meningkat bisa turut memperbesar potensi penularan Virus Covid-19.

Menurut data laporan mobilitas orang di Indonesia dari Google, selama 24 November 2021 sampai 5 Januari 2022, tren mobilitas untuk tempat-tempat-seperti restoran, kafe, pusat perbelanjaan, taman hiburan, museum, perpustakaan, dan bioskop-naik 12% dibandingkan dasar pengukuran.

Kemudian, tren mobilitas untuk tempat-tempat seperti supermarket, toko grosir makanan, pasar tradisional, toko makanan khusus, toko obat, dan apotek melonjak 34%

Tidak hanya itu, tren mobilitas untuk tempat-tempat seperti taman nasional, pantai umum, dermaga, taman hewan peliharaan, lapangan terbuka, dan taman umum juga naik 17%.

Namun, tren ke transportasi umum dan tempat kerja masing-masing turun 10% dan 7% selama periode tersebut.

Pemerintah sendiri mengatakan akan tetap waspada dan terus memantau secara ketat hingga ke tingkat daerah.

Hal ini ditegaskan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan dalam keterangan pers terkait Perkembangan Penanganan COVID-19 dan Evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), Senin pada akhir Desember (27/12/2021) secara virtual.

“Pemerintah tetap super hati-hati dan waspada, karena masih banyak ketidaktahuan kita mengenai virus ini. Monitoring terhadap COVID-19 dilakukan secara ketat hingga level kabupaten/kota,” ujar Luhut.

Sikap pemerintah memang tidak berlebihan. Pasalnya, kendati sejak 2 September 2021 pertambahan kasus harian Covid-19 sudah di bawah target pemerintah saat pemberlakuan PPKM (yakni, di bawah 10.000 kasus), adanya galur Covid-19 Omicron dan mobilitas pasca-libur Nataru, serta potensi penularan dari para pelancor dari luar negeri, tetap menjadi hal yang wajib diperhatikan.

Kasus konfirmasi Omicron di Indonesia sendiri kembali bertambah. Tercatat penambahan kasus sebanyak 57 orang, sehingga total kasus konfirmasi Omicron di Tanah Air mencapai 318 orang per Jumat (7/1/2022).

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Jumat (7/1), penambahan 57 orang terdiri dari 7 orang transmisi lokal dan 50 orang pelaku perjalanan luar negeri.

Secara keseluruhan kasus transmisi lokal Omicron berjumlah 23 orang, sementara kasus dari pelaku perjalanan luar negeri berjumlah 295 orang.

Sejumlah Kabar Baik

Kendati adanya tren kenaikan kasus anyar Covid-19 akhir-akhir ini, ada sejumlah kabar melegakan bagi rakyat Indonesia.

Pertama, jumlah angka kumulatif orang sembuh bertambah melebihi 4,1 juta orang sembuh atau tepatnya 4.115.747 orang atau dengan persentase 96,5% per Sabtu (8/1).

Kedua, kasus aktif atau pasien positif yang masih membutuhkan perawatan medis, bertambah 298 kasus dan kumulatifnya menjadi 5.792 kasus atau dengan persentase yang tergolong kecil 0,1%.

Ketiga, soal persentase vaksinasi yang terus bertambah. Per Sabtu (8/1) penerima vaksin ke-1 mencapai 169 juta orang atau 169.580.225 orang.

Kendati belum mencapai target sasaran vaksinasi yang berada di angka 208.265.720 orang, percentage total penerima vaksin ke-1 sudah mencapai 81,42%.

Sementara, total penerima vaksinasi ke-2 melebihi 116 juta orang atau angka tepatnya 116.569.908 orang. Secara persentase, total penerima vaksinasi ke-2 sudah mencapai 55,97% dari total target vaksinasi.

Persentase tersebut sudah melebihi target WHO, bahkan sejak 22 Desember 2021.

Sebelumnya, WHO menargetkan setiap negara sekurang-kurangnya mencapai mencapai 40% dari total populasi yang akan mendapatkan vaksinasi dosis lengkap pada akhir 2021.

“Pada 22 Desember 2021, Indonesia telah memenuhi target WHO melakukan vaksinasi penuh terhadap 40% penduduknya”, katanya Menlu RI Retno Marsudi dalam Pernyataan Pers Tahunan Menlu (PPTM) 2022, Kamis, (6/1/2022).

Keempat, Indonesia disebut telah memiliki super imunitas atas virus Covid-19, baik karena vaksinasi maupun terifeksi langsung. Hal ini terungkap setelah dilakukannya survei atas 86,6% penduduk Indonesia oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Kementerian Dalam Negeri, dan tim peneliti dari beberapa perguruan tinggi di Indonesia.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, dari survei tersebut ditemukan sebanyak 73,2% penduduk telah memiliki antibodi terhadap virus SAR-CoV-2.

Dengan demikian, kendati ada tren kenaikan yang harus terus diwaspadai, ada juga sejumlah kabar yang cukup melegakan.

Untuk itu, kerja sama berbagai elemen, baik pemerintah, swasta, dan masyarakat dalam upaya penanganan pagebluk tidak boleh mengendur sedikit pun demi bisa ‘mengalahkan’ virus Covid-19 yang sudah hampir dua tahun menghantui dunia.

TIM RISET CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]

(Tim Riset)

Content retrieved from: https://www.cnbcindonesia.com/market/20220109154930-17-305801/kasus-harian-covid-di-ri-pelan-pelan-naik-alarm-bahaya.

Tags: No tags

Comments are closed.