CNBC dot com

Militer Rusia Menuju Kyiv, Dow Futures Kebakaran!

Trader Gregory Rowe works on the floor of the New York Stock Exchange, Monday, Aug. 5, 2019. Stocks plunged on Wall Street Monday on worries about how much President Donald Trump's escalating trade war with China will damage the economy. (AP Photo/Richard Drew)

Jakarta, CNBC Indonesia – Kontrak berjangka (futures) indeks bursa saham Amerika Serikat (AS) membuka perdagangan di bulan Maret dengan melemah pada Selasa (1/3/2022), di mana investor masih mengamati konflik antara Rusia dan Ukraina.

Kontrak futures indeks Dow Jones turun 232 poin atau 0,68%. Kontrak serupa indeks S&P 500 dan Nasdaq terkoreksi masing-masing sebesar 0,78% dan 0,25%.

Kemarin, pasar volatil, di mana indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) anjlok mendekati 170 poin. Indeks S&P 500 turun 0,24%, tapi Nasdaq naik 0,4%.

Pergerakan tersebut dipicu oleh konflik Rusia dan Ukraina, di mana pasukan Rusia telah menguasai kota utama termasuk ibu kota Kyiv.

Pejabat Ukraina dan Rusia mengakhiri pembicaraan kritis kemarin.

Namun, bank sentral Rusia menaikkan suku bunga acuannya lebih dari dua kali lipat kemarin karena rubel anjlok setelah sanksi berat dijatuhkan pada Moskow oleh negara Barat.

Menurut ahli strategi Marko Kolanovic JPMorgan bahwa aksi jual terburuk Rusia-Ukraina mungkin akan berakhir.

“Krisis Rusia-Ukraina akan terus membuat pasar volatil, tapi imbas langsung terhadap kinerja keuangan perseroan seharusnya sedikit. Risiko tidak langsung lebih substansial, harga komoditas lebih tinggi meningkatkan inflasi. Namun, hikmahnya bahwa krisis memaksa penilaian ulang yang dovish bank sentral AS (the Federal Reserve/The Fed) oleh pasar,” tambah Kolanovic dikutip dari CNBC International.

Investor bersiap untuk mendengar pernyataan dari Ketua The Fed Jerome Powell dalam sidang tengah tahunan di depan House Financial Services Committee yang dimulai hari Rabu (2/3).

Kemarin merupakan hari terakhir perdagangan di Februari, di mana indeks Dow Jones anjlok 3,5% selama bulan Februari. Indeks S&P 500 dan Nasdaq merosot yang masing-masing sebesar 3,1% dan 3,4% secara bulanan.

Hari ini, perusahaan ritel besar, Target akan merilis kinerja keuangan sebelum perdagangan dibuka dan perusahaan penyedia perangkat lunak berbasis cloud, SalesForce akan merilis neraca keuangan setelah perdagangan ditutup.

Selain itu, data Purchasing Managers’ Index (PMI) bulan Februari akan dirilis pada pukul 09:45 pagi waktu setempat dan rilis data Institute of Supply Management (ISM) Manufaktur AS di bulan Februari akan dirilis pukul 10:00 pagi waktu setempat.

 

Content retrieved from: https://www.cnbcindonesia.com/market/20220301163432-17-319300/militer-rusia-menuju-kyiv-dow-futures-kebakaran.

Tags: No tags