kontan dot co dot id

Taipan Prajogo Tambah Kepemilikan, Grup Barito Pacific (BRPT) Kuasai Star Energy

Taipan Prajogo Tambah Kepemilikan, Grup Barito Pacific (BRPT) Kuasai Star Energy

Reporter: Muhammad Julian | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Taipan Prajogo Pangestu memperbesar kepemilikannya di Star Energy Group Holding Pte. Ltd. (Star Energy). Melalui entitas yang dikendalikannya, yakni Green Era, Prajogo membeli sisa 33,33% saham Star Energy dari BCPG Thailand.

Melansir pemberitaan Forbes, Rabu (9/3), harga transaksi pembelian 33,33% saham Star Energy tersebut mencapai US$ 400 juta.

“Akuisisi ini merupakan tonggak utama Green Era mengelola rencana pertumbuhan dan investasi yang menarik,” kata Nancy Pangestu Managing Director Green Era dalam pernyataannya, seperti dikutip Forbes.

Menurut catatan Kontan.co.id, Star Energy merupakan produsen energi panas bumi terbesar di Indonesia. Saat  ini, pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) milik Star Energy memiliki kapasitas sebesar 875 megawatt (MW).

Kapasitas tersebut berasal dari tiga aset panas bumi yang telah dimiliki Star Energy, yakni lapangan panas bumi Wayang Windu, lapangan panas bumi Salak, dan lapangan panas bumi Darajat.

Ke depan, perusahaan yang dahulu didirikan oleh Supramo Santosa pada tahun 2003 masih ingin terus meningkatkan kapasitas pembangkit panas buminya. Target Star Energy, perusahaan bisa menjadi operator panas bumi dengan kapasitas sebesar 1.200 MW di tahun 2028 nanti.

Sebelumnya, Prajogo sudah memiliki sebagian besar saham di Star Energy melalui PT Barito Pacific Tbk (BRPT). Mengutip laporan keuangan interim BRPT per 30 September 2021, BRPT memiliki 66,67% saham Star Energy per 30 September 2021.

Belum ketahuan seperti apa persisnya hubungan antara BRPT dengan Green Era saat ini. Namun kalau melihat laporan keuangan interim BRPT per 30 September 2021, Green Era tidak dicantumkan dalam daftar entitas anak BRPT.

Sebaliknya, mengacu kepada data terkini RTI, Green Era juga tercatat sebagai shareholder dari BRPT, sehingga besar kemungkinan hubungan keduanya hanya sebatas hubungan afiliasi.

Head of Investment Reswara Gian Investa, Kiswoyo Adi Joe mengatakan, langkah akuisisi Star Energy oleh Green Era tidak akan berdampak pada kinerja fundamental BRPT, jika memang hubungan antara BRPT dan Green Era hanya sebatas hubungan afiliasi.

Meski begitu, akuisisi Star Energy oleh Green Era akan membuat pengambilan keputusan bisnis di Star Energy.

“Kalau dulu kan mungkin harus izin ke Thailand dulu kan. kalau ini kan nanti ibaratnya sudah 1 lingkaran dalem lah, jadi mau ngapain ya langsung jalan aja, enggak usah izin-izin ke Thailand,” terang Kiswoyo saat dihubungi Kontan.co.id (9/3).

Sementara itu, untuk kinerja saham, Kiswoyo menilai bahwa akuisisi Star Energy oleh Green Era bisa saja tidak memiliki dampak apa-apa, namun bisa juga mengungkit kinerja saham BRPT jika kemudian muncul isu/ekspektasi rencana initial public offering (IPO) bagi Star Energy.

“Jadi mungkin ekspektasi orang-orang adalah akan muncul ekspektasi dia akan go public ke IDX. Kalau sampai ada ekspektasi itu membesar di market ya mungkin saham BRPT nya bisa bergerak naik, aksi beli BRPT-nya bisa muncul. Tapi kalau isunya kemudian dibantah oleh BRPT ya selesai,” terang Kiswoyo.

Secara umum, Kiswoyo merekomendasikan beli untuk saham BRPT dengan target harga Rp 1.200. Selain skala bisnisnya yang besar, rekomendasi ini juga didasarkan pada pertimbangan harga saham BRPT yang dinilai masih di bawah harga wajar sebesar Rp 1.200 per saham.

Melansir data RTI, harga saham BRPT berada di level Rp 840 per saham pada penutupan perdagangan Rabu (9/3). Secara year-to-date (ytd) saham BRPT mengalami pelemahan mini sebesar 1,75%.

Reporter: Muhammad Julian
Editor: Anna Suci Perwitasari

<!–

EMITEN

–>

Content retrieved from: https://investasi.kontan.co.id/news/taipan-prajogo-tambah-kepemilikan-grup-barito-pacific-brpt-kuasai-star-energy.

Tags: No tags