CNBC dot com

Warren Buffett Sakti, Tambah Tajir Meski Ada Perang & Inflasi

warren buffet. Ist

Jakarta, CNBC Indonesia – Kinerja saham-saham di AS di sepanjang kuartal I-2022 terbilang buruk seiring dengan tingginya inflasi serta meletusnya perang antara Rusia dan Ukraina.

Indeks S&P 500 yang menjadi salah satu acuan indeks saham di Wall Street tercatat ambles 5,75% secara year to date (ytd). Indeks Nasdaq Composite yang menjadi proxy saham-saham teknologi AS bahkan kinerjanya lebih parah lagi setelah anjlok 10,16%.

Namun saat harga saham jatuh, salah satu investor kawakan global yang terkenal dengan style value investing-nya Warren Buffett justru semakin tajir.

Menariknya, saham perusahaan investasi milik Warren Edward Buffett atau Warren Buffett justru naik lebih dari 16% di waktu yang sama. Hal ini membuat kekayaan pria berjuluk Suhu dari Omaha pun meningkat tajam.

 

 

 

Dalam kurun waktu kurang dari tiga bulan, kekayaan Warren Buffett naik US$ 17 miliar. Menggunakan asumsi kurs Rp 14.350, maka kekayaan sang ‘Oracle of Omaha‘ tersebut naik Rp 245 triliun. Fantastis!

Berdasarkan data Refinitiv, Warren Buffet tercatat memiliki 38,82% saham Berkshire Hathaway untuk kelas A. Perlu diketahui, Berkshire Hathaway sebagai perusahaan holding investasi memiliki dua tipe saham yakni kelas A dan B.

Perbedaan antara kelas A dan kelas B terletak di hak votingnya dalam pengambilan keputusan. Setiap satu unit saham Berkshire Hathaway kelas B memiliki voting power sebesar 1/10.000 voting rights saham kelas A.

Selain itu, harga nominal saham kelas A dengan B juga berbeda jauh. Dengan kenaikan harga saham Berkshire Hathaway yang terjadi di sepanjang 2022, kini harga satu unit saham kelas A perusahaan tersebut tembus di atas US$ 500 ribu.

Hingga artikel ini ditulis, harga saham kelas A Berkshire Hathaway berada di US$ 525.854/unit. Secara nominal harga saham kelas A Berkshire Hathaway merupakan harga saham termahal di dunia.

Jika Anda berniat untuk membeli saham kelas A perusahaan investasi Warren Buffett tersebut maka Anda harus merogoh kocek sekitar Rp 7,55 miliar per sahamnya. Harga saham Berkshire kelas A disebut-sebut dibiarkan tinggi dan tidak di stock split karena Buffett ingin pemegang sahamnya menyimpan saham Berkshire dalam jangka waktu lama dan bukan trading saja.

Sementara itu harga saham kelas B Berkshire Hathaway hingga artikel ini ditulis berada di US$ 349/unit, jauh lebih terjangkau. Namun tetap saja satu unit saham kelas B dihargai setara dengan Rp 5 juta. Artinya satu lot dengan satuan 100 saham akan membutuhkan modal sekitar Rp 500 juta.

 

Baca:

Warren Buffet Kepincut Harga Migas, Borong Saham Ini

 

Menurut analis Berkshire Hathaway CFRA Research Cathy Seifert ada beberapa faktor yang membuat harga saham perusahaan Warren Buffett tersebut melesat. Pertama adalah rotasi ke saham-saham berbasis value.

Kedua adalah eskposur portofolio investasi Berkshire Hathaway ke sektor energi dan utilitas yang harga komoditasnya beterbangan belakangan ini dengan adanya perang Rusia-Ukraina.

Terakhir adalah antusiasme investor menyambut aksi korporasi Berkshire Hathaway yang secara agresif melakukan buyback saham.

Kini jika saham Berkshire Hathaway kelas A dan B digabung, nilai kapitalisasi pasarnya mencapai US$ 773 miliar atau setara dengan hampir Rp 11,1 kuadriliun. Sebagai perbandingan, kapitalisasi pasar IHSG terakhir adalah Rp 8,8 kuadriliun.

Dengan kenaikan harga saham Berkshire Hathaway tersebut, market cap perusahaan milik Warren Buffett sudah mengungguli nilai kapitalisasi pasar perusahaan besutan Mark Zuckerberg yaitu Meta Platforms yang berada di US$ 590 miliar.

Kini kekayaan Warren Buffett tercatat mencapai US$ 125.5 miliar atau setara dengan Rp 1.801 triliun. Ini berarti kekayaan Warren Buffett setara dengan 90% pendapatan negara Indonesia pada 2021.

Content retrieved from: https://www.cnbcindonesia.com/market/20220323224459-17-325480/warren-buffett-sakti-tambah-tajir-meski-ada-perang-inflasi.

Tags: No tags